EFEK TERLALU BANYAK GARAM BAGI OTAK

Selain menambah rasa pada makanan, garam juga memiliki manfaat bagi tubuh. Garam dapur terdiri dari dua unsur, yaitu natrium (sodium) dan klorida. Natrium diperlukan agar tubuh dapat berfungsi dengan benar, menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu kerja saraf dan otot, serta mengendalikan tekanan dan volume darah. Sedangkan klorida membantu tubuh dalam mencerna makanan.

Tanpa garam, makanan akan terasa hambar. Namun, terlalu banyak memasukkan garam dapur ke dalam makanan juga tidak baik bagi kesehatan. Meski garam merupakan bahan penting dalam membuat makanan yang lezat, namun perlu lebih bijak menggunakannya.

Pada umumnya, masyarakat awam mengetahui bahwa garam adalah penyebab utama seseorang mengalami masalah seputar jantung dan pembuluh darah. Hal ini terjadi karena saat kandungan natrium dalam darah semakin tinggi, maka volume darah pun akan semakin tinggi juga. Volume darah yang meningkat ini akan menyebabkan tekanan darah semakin tinggi dan mengakibatkan hipertensi. Tidak hanya itu saja, terlalu banyak mengonsumsi garam juga akan mengganggu kecerdasan seseorang.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience, menemukan bahwa efek garam bagi otak yang diberikan pada tikus telah menunjukkan tanda penurunan kinerja mental dan gangguan kognitif. Ini terjadi karena otak tikus mengalami penurunan aliran darah akibat mengentalnya darah.

Penelitian lain pun memberikan makanan dengan kadar garam tinggi kepada tikus. Selang dua bulan, tim peneliti menggunakan MRI untuk melihat kinerja otak tikus itu dan mereka menemukan bahwa darah yang mengalir ke otak tikus tersebut berkurang. Mereka yang makan makanan dengan kadar garam tinggi juga gagal melakukan tes labirin. Tes tersebut mengharuskan tikus itu menemukan jalan keluar dalam suatu labirin. Sementara, tikus yang tidak memakan makanan ini dapat menyelesaikan tes labirin dengan baik.

Tak hanya itu saja, terlalu banyak mengkonsumsi garam juga dapat memengaruhi respon daya tahan tubuh terhadap virus atau bakteri dan meningkatkan inflamasi dalam tubuh meningkat.

Meski tikus dan manusia pada dasarnya berbeda, tapi efek garam pada otak juga bisa terjadi pada manusia. Gangguan kognitif pada manusia seperti masalah ingatan, disorientasi, lupa cara melakukan aktivitas semisal berpakaian, memasak, membayar tagihan, atau melakukan hal-hal lain dalam kehidupan sehari-hari.

Tips Mengurangi Dampak Negatif Garam

Apabila kamu sudah terlanjur menyukai makanan asin, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menguranginya. Sebab pada penelitian yang diuji coba pada tikus, saat mereka kembali pada pola makanan normal mereka, fungsi otak mereka pun akan kembali membaik. Cara terbaik yang bisa dilakukan saat kamu terlalu banyak makan makanan asin antara lain:

1.Minum Banyak Air Putih

Konsumsi air putih yang cukup bagi tubuh akan membantu darah mengental dan membantu ginjal menjadi lebih ringan untuk menyaringnya. Air putih pun mampu menetralkan dan membantu pembuangan garam pada tubuh lebih cepat.

2. Makan Pisang

Pisang mengandung kalium yang berfungsi menetralkan dan menurunkan kadar garam dalam tubuh. Selain itu, kandungan kalium ini dapat kamu temukkan dalam sayuran hijau, kentang, dan kedelai.

3. Olahraga

Jika kamu merasa berat badan kamu naik karena terlalu banyak ngemil, cobalah olahraga. Tidak perlu yang terlalu berat, lakukan saja lari di komplek rumah, bersepeda atau yoga setidaknya 3 kali seminggu selama 30 menit.

(Sumber: Halodoc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hello!
Can we help you?
Powered by