Pengunaan alat kesehatan habis pakai adalah pilihan yang tepat

 

Dengan semakin banyaknya Rumah Sakit milik pemerintah daerah  yang mendapat fasilas dari pemerintah daerah seperti di bukanya ruang OK dan ICU di beberapa rumah sakti daerah akan sangat membantu masyarakat sekitar.

Akan tetapi fasilatas ini tidak di ikuti oleh alat kesehatan yang memadai, seperti masih banyak pengunaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) seperti Enthotracheal tube (ETTC) dan Laryngeal Mask (LMA) yang seharusnya tidak boleh di gunakan lagi akan tetapi masih tetap di gunakan dengan cara “Autoclave” atau “Sterilisasi”.

Protein “PRION” yang dapat menularkan vCJD pada pasien ketika BMHP tidak di bersihkan dengan baik, protein “PRION”  yang bersifat abnormal ini dapat  temukan pada usus buntu, amandel, limpa kecil, dan kelenjar getah bening.

Sehingga pengunaan BMHP yang berkali-kali diperlukan suatu metode sterilisasi yang memuaskan dan untuk mendapatkan sterilisasi yang memuaskan di butuhkan alat sterilisasi yang mahal akan tetapi tidak ada jaminan bahwa BMHP yang telah di gunakan tersebut  steril 100%.

Kemudian akan di butuhkan identifikasi yang yang jeli terhadap BMHP yang akan di gunakan kemali dapat berfungsi dengan baik sehingga meminimalkan resiko paparan terhadap pasien.

Sehingga di butuhkan biaya tambahan dikarenakan prosedur ini pada seluruh alat bantu pernafasan lainnya, ini penting dilakukan demi keselamatan pasien tersebut.

Bedasarkan uji coba yang dilakukan terhadap alat BMHP seperti ETT dan LMA yang telah di sterilisasi menunjukkan 14% dari alat BMHP tersebut  masih terdapat paparan protein pada alat-alat bantu  pernafasan pasien.

Pada hakekatnya alat apapun yang terkena paparan darah harus selalu dikategorikan sebagai sumber resiko infeksi tingkat tinggi, akan tetapi studi-studi lain menganggap remeh resiko sesungguhnya dari paparan protein tersebut.

Ketika ETT dan LMA akan mengalami proses pembersihan akan melalui proses sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan pertama, apabila dalam tahap ini terdapat kebocoran atau secara fisik tidak dapat di gunakan kemabli maka alat BMHP akan di buang.
  2. Persiapan sterilisasi, pada proses ini alat BMHP di persiapkan sebelum dilakukan pembersihan dengan alat Khusus.
  3. Sterilisasi, pada tahap ini alat BMHP tersebut mengalami pembersihan dengan mengunakan alat khusus.
  4. Pendataan hasil Uji sterilisasi, pada tahap ini alat BMHP yang telah di sterilisasi akan di data setelah hasil uji tersebut terpenuhi.
  5. Pengemasan kembali Alat BMHP yang telah di data kedalam kemasan dan tempat  yang streil pula.
  6. Pemindahan, setelelah tahap ini alat BMHP yang telah di simpan akan di gunakan kembali dalam proses ini perlu kehati-hatian dalam pemindahan tersebut.
  7. Pemeriksaan kembali, perlunya pemeriksaan kembali terhadat alat BMHP yang akan di gunakan, untuk memastikan bahwa paparan protein tidak akan terjadi dan menular saat di gunakan kembali.
  8. Pengunaan kembali, setalah dapat dipastikan bahwa alat BMHP tersebut masih bisa di gunakan.
  9. Pembersihan pertama, pebersihan pertama dilakukan setelah pemakaian selesai
  10. Pengembalian, alat BMHP yang telah di bersihakan akan di kembalikan untuk di lakukan pembersiha ke dua.
  11. Pembersihan kedua, proses ini harus dilakukan untuk memastikan tidak ada paparan darah yang terlihat.
  12. Kembali ke proses pertaman.

Panjangnya proses tersebut menyebabkan banyak tersita waktudan tenaga kerja untuk melakukan sterilisasi tersebut, sehingga sangat tidak effisien di lihat dari produktivitas pekerjaan dan waktu.

Kemudian biaya-biaya material, tenaga kerja yang harus di tanggung rumah sakit pada tiap-tiap  proses tersebut dan apabila di bandingkan dengan pembelian tube baru masih lebih mahal bila masih mengunakan sterilisasi.

Berikut resiko-resiko yang terjadi apabila proses-proses sterisasi dilakukan :

  1. Patah pada produk BMHP dikarenakan pemakaina yang berulang.
  2. Terjadi pelepasan saluran pada alat BMHP.
  3. Kebocoran “Cuff”
  4. Terpisahnya “Tube” dengan “Cuff” nya.
  5. Terjadi pemotongan.

Demikian artikel ini di buat sebagai bahan diskusi kita, terimakasih.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Hello!
Can we help you?