10/08/2018

Airways Management

Airways Management

Airway Management adalah proses medis untuk memastikan adanya jalur terbuka antara paru-paru sang pasien dengan dunia luar, serta mengurangi terjadinya risiko aspirasi. Selain itu, Airway Management merupakan pertimbangan utama dalam resusitasi cardiopulmonary, anestesi, obat-obatan darurat, obat perawatan intensif dan pertolongan pertama.

 

Tracheal Intubation

Intubasi trakea, sering hanya disebut sebagai intubasi, adalah penempatan plastik fleksibel atau tabung karet ke dalam trakea (tenggorokan) untuk menjaga jalan napas tetap terbuka atau guna menjadi saluran yang akan digunakan untuk memasukkan obat tertentu. Hal ini sering dilakukan dalam luka parah atau kondisi dibius dalam memfasilitasi ventilasi paru-paru, termasuk ventilasi mekanis, dan untuk mencegah kemungkinan sesak napas atau gangguan jalan napas. Yang paling banyak digunakan adalah rute orotrakeal, di mana endotrakeal tube dilewatkan melalui mulut dan vocal apparatus ke dalam trakea. Dalam prosedur nasotrakeal, endotrakeal tube dilewatkan melalui hidung dan vocal apparatus ke dalam trakea.

 

Supraglottic Airway

Juga disebut extraglottic, adalah sejumlah perangkat sejenis yang dimasukkan melalui mulut agar berposisi di atas laring. Contoh paling terkenal yaitu Laryngeal Mask Airway (LMA). Variasi lainnya termasuk perangkat dengan port akses esofagus, sehingga tabung terpisah dapat dimasukkan dari mulut ke perut guna dekompresi akumulasi gas dan menguras isi cairan. Beberapa dapat menampung endotracheal tube melewatinya ke dalam trakea (intubasi LMA). Saluran udara supraglottic yang digunakan dalam mayoritas operasi berada dibawah anestesi umum. Dibandingkan cuffed tracheal tube, mereka memberikan perlindungan aspirasi lebih kecil tapi lebih mudah memasukkannya sehingga trauma laryngeal berkurang.

×
Hello!
Can we help you?