Tidak merokok bukan berarti bebas dari asap rokok!

Ketika Anda berada di sekeliling perokok, Anda akan menghirup zat kimia berbahaya yang sama dengan perokok tersebut. Dengan demikian anda telah menjadi perokok pasif, atau lebih dikenal dengan sebutan secondhand smoker.

Asap rokok yang dihembuskan oleh perokok, asap rokok tidak hilang begitu saja. Asap rokok dapat bertahan di udara hingga 2,5 jam. Menghirup asap rokok orang lain dapat membuat Anda sakit. Beberapa penyakitnya bahkan dapat mengancam nyawa.

Tidak ada batasan aman ketika Anda menjadi seorang perokok pasif. Anak-anak, ibu hamil, orang tua, dan orang yang memiliki masalah jantung dan pernapasan harus sangat waspada terhadap hal ini. Bahkan, hanya dengan berada di sekitar perokok selama beberapa menit dapat membahayakan kesehatan anda.

Asap rokok telah dipastikan sebagai penyebab kanker pada manusia. Asap rokok yang terhirup adalah penyebab utama kanker paru-paru pada orang-orang yang bukan perokok. Risiko kanker paru meningkat hingga 20-30% pada orang-orang yang tidak merokok tapi selalu dikelilingi oleh asap rokok, dibanding non-perokok yang tidak terkena paparan asap.

Bukti menunjukkan bahwa asap rokok dapat menjadi penyebab kanker nasal sinus dan kanker payudara pada wanita yang belum menopause, namun masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendukung hal ini.

Selain kanker, perokok pasif juga sama berisikonya untuk terkena penyakit jantung seperti perokok aktif. Meski tidak pernah merokok sebelumnya, perokok pasif bisa mengalami peningkatan risiko penyakit jantung hingga sekitar 25-30% dibanding dengan non-perokok yang tidak pernah terkena paparan asap rokok.

Asap kepulan rokok yang terhirup akan masuk ke dalam darah dan memengaruhi lapisan dinding pembuluh darah sehingga darah mengental dan lebih mudah membeku. Akibatnya, aliran darah jadi terhambat. Karbon monoksida dari asap rokok kemudian mengikat oksigen dalam darah, mengurangi aliran oksigen pada jantung dan otot. Dengan berkurangnya oksigen, kerusakan jangka pendek atau permanen pada jantung dan jaringannya bisa lebih mudah terjadi.

Dalam beberapa tahun, perokok pasif akan memiliki penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang akhirnya mengeras menjadi plak. Penyempitan pembuluh darah alias aterosklerosis dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah menjauhkan diri dari asap rokok sebisa mungkin. Jika ada orang terdekat anda yang merokok, mintalah agar ia tidak merokok di sekitar orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hello!
Can we help you?
Powered by